Bismillahirrohmairrohiim
Setiap muslim pasti paham bahwa setelah berhubungan seksual,
suami istri wajib mandi junub untuk mensucikan diri dari hadats besar. Yang
menjadi pertanyaan adalah, bolehkah menunda mandi junub dengan tidur terlebih
dahulu? Mengingat mandi di malam hari terasa dingin dan berat.
Berikut ini 6 hadits yang menjelaskan mengenai masalah tersebut:
Berikut ini 6 hadits yang menjelaskan mengenai masalah tersebut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَيْسٍ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ كَيْفَ كَانَ نَوْمُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْجَنَابَةِ أَيَغْتَسِلُ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ أَوْ يَنَامُ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ قَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ قَدْ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا اغْتَسَلَ فَنَامَ وَرُبَّمَا تَوَضَّأَ فَنَامَ
Dari Abdullah bin Abu Qais dia berkata; "Aku bertanya
kepada Aisyah bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidur dalam
keadaan junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur? Atau tidur sebelum mandi? '
Aisyah menjawab, 'Semua pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam.. Kadang beliau mandi dahulu lantas tidur, dan kadang (hanya) wudhu
lalu tidur." (HR. An Nasa’i)
أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَرْقُدُ أَحَدُنَا وَهُوَ جُنُبٌ قَالَ نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْقُدْ وَهُوَ جُنُبٌ
Umar bin Al Khaththab bertanya kepada Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam, "Apakah boleh seorang dari kami tidur dalam keadaan dia
junub?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Ya. Jika
salah seorang dari kalian berwudhu, maka hendaklah ia tidur meskipun dalam
keadaan junub." (HR. Bukhari)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَيْسٍ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ وِتْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قُلْتُ كَيْفَ كَانَ يَصْنَعُ فِي الْجَنَابَةِ أَكَانَ يَغْتَسِلُ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ أَمْ يَنَامُ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ قَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ قَدْ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا اغْتَسَلَ فَنَامَ وَرُبَّمَا تَوَضَّأَ فَنَامَ قُلْتُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً
Dari Abdullah bin Abi Qais dia berkata, "Saya bertanya
kepada Aisyah tentang witir Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Lalu dia
menyebutkan suatu hadits. Aku bertanya lagi, 'Bagaimana (yang harus) beliau
perbuat ketika dalam keadaan junub, apakah beliau harus mandi sebelum tidur
atau tidur tanpa mandi? ' Aisyah menjawab, 'Sungguh semuanya telah dilakukan
beliau, kadang beliau mandi lalu tidur, kadang beliau berwudhu lalu tidur.' Aku
berkata, 'Segala puji bagi Allah yang menciptakan dalam perkara tersebut suatu
keleluasaan'." (HR. Muslim)
إِذَا أَصَابَ أَحَدُكُمْ الْمَرْأَةَ ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ فَلَا يَنَمْ حَتَّى يَتَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ
"Apabila kalian menggauli istri kalian, kemudian hendak
tidur sebelum mandi, maka jangan tidur hingga berwudhu sebagaimana wudhu untuk
shalat." (HR. Malik dalam Al Muwatha’)
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُجْنِبُ ثُمَّ يَنَامُ وَلَا يَمَسُّ مَاءً حَتَّى يَقُومَ بَعْدَ ذَلِكَ فَيَغْتَسِلَ
Dari Aisyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam junub kemudian tidur tanpa menyentuh air. Setelah itu beliau bangun
dan mandi." (HR. Ibnu Majah)
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنَامُ وَهُوَ جُنُبٌ وَلَا يَمَسُّ مَاءً
Dari 'Aisyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam pernah tidur dalam keadaan junub, dan beliau tidak menyentuh
air." (HR. Tirmidzi)
Jadi, dari keenam hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa boleh bagi suami istri untuk tidur setelah “bercinta” di malam hari (menunda mandi junub) dan dianjurkan untuk wudhu terlebih dahulu sebelum tidur.Wallahu a’lam
Jadi, dari keenam hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa boleh bagi suami istri untuk tidur setelah “bercinta” di malam hari (menunda mandi junub) dan dianjurkan untuk wudhu terlebih dahulu sebelum tidur.Wallahu a’lam
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar